081320452300
081320452300
2BCD80E2
indojamur
Menu
Ikuti Pelatihan Berbisnis Budidaya Jamur tiram...

Budidaya Jamur Ling zhi / Reishi / Ganoderma Lucidum

jamur-lingzhiBudidaya jamur Ling zhi relatif sama dengan jamur kayu lainnya yaitu  meliputi persiapan media (substrat), pencampuran media, pengomposan, pengantongan (logging), sterilisasi, inokulasi bibit, inkubasi, pemeliharaan tubuh buah, dan panen.

1. Persiapan Media

Beberapa formula media tanam jamur Ling zhi yang dapat digunakan diantaranya :

Serbuk gergaji Dedak Jagung Urea TSP Air kelapa Kapur
Formula 1 80% 15% 5% 1% _ 5% 5%
Formula 2 80% 10% 10% _ _ 5% _
Formula 3 100 kg 10 kg _ _ 0,5 kg _ 1 kg
Formula 4 100 kg _ _ 0,6 kg 0,5 kg _ 1 kg
Formula 5 100 kg 10 kg _ _ _ 5 liter 1 kg

2. Pencampuran media

Bahan-bahan untuk media tanam harus tercampur dengan baik dan diaduk sehomogen mungkin dengan penambahan  air. Pemberian air harus pas. tidak terlalu banyak dan juga tidak terlalu sedikit. Indikator penambahan air yang cukup yaitu jika media digenggam kemudian genggaman dibuka media tidak sampai hancur (menggumpal) tetapi ketika di kepal  media tidak sampai meneteskan air. Biasanya untuk 100 kg serbuk gergaji kering, diperlukan dua ember air atau kadar air antara 60-70%.

3. Pengomposan

Setelah media tanam tercampur dengan baik, selanjutnya lakukan proses pengomposan. Pengomposan harus dilakukan di tempat yang bersih. Media dapat dikomposkan dengan dua cara, pertama  pengomposan dapat dilakukan dengan menyimpan media langsung di atas lantai yang bersih kemudian di tutup dengan terpal, plastik, atau karung goni. Cara kedua dengan memasukkan media tanam ke dalam karung goni dan disimpan di tempat yang bersih dan terlindung. Pengomposan dilakukan selama 2-5 hari dan diaduk setiap hari.

Proses pengomposan dapat membantu mengurangi kontaminasi oleh mikroba liar dan juga membantu penguraian beberapa senyawa kompleks menjadi lebih sederhana sehingga lebih mudah diserap oleh jamur tiram. Proses pengomposan yang baik akan menghasilkan media tanam yang steril dan menghasilkan suhu media hingga 70°C.

4. Pengantongan (logging)

Pengantongan media tanam dilakukan dengan memasukkan media ke dalam kantung plastik polipropilen (PP) tahan panas. Proses tersebut harus dilakukan dengan cepat untuk meminimalkan pendinginan. Ukuran kantung plastik yang digunakan bervariasi dari ukuran kecil hingga besar. Kantung plastik diisi media sebanyak ¾ bagian kemudian dipadatkan secara manual ataupun dengan mesin pengepres. Setelah itu  bagian atas diberi ring bambu/pipa PVC dan di tutup dengan kapas sebagai tempat memasukkan bibit atau tempat keluarnya jamur. setelah itu diikat dengan karet.

5. Sterilisasi/pasteurisasi

Sterilisasi/Pasteurisasi dapat dilakukan dengan menggunakan drum bekas minyak tanah yang diberi alas pemisah untuk memisahkan air dan media tanam. Media tanam yang telah dipadatkan disusun dalam drum lalu dikukus selama ±8 jam dengan suhu 80-100 °C. Proses sterilisasi bertujuan untuk menghasilkan media yang bebas hama dan penyakit serta menghilangkan asam dan racun berbahaya. Setelah sterilisasi, media tanam dibiarkan dingin secara perlahan hingga sama dengan suhu ruang.

6. Inokulasi Bibit

Inokulasi merupakan proses penanaman bibit ke dalam media tanam. Proses inokulasi dilakukan secara aseptik /steril. Usahakan ruangan sebersih mungkin. Bila memungkinkan peralatan maupun ruangan isolasi disemprot alkohol terlebih dahulu. Selama proses ini usahakan menutup mulut dengan masker atau minimal tidak berbicara berlebihan untuk menghindari kontaminasi yang berasal dari uap mulut.

Suhu yang baik untuk melakukan inokulasi yaitu ketika media tanam berada pada suhu 27°C-38°C atau kondisi hangat-hangat kuku. Jika suhu media tanam dibawah 26°C, pertumbuhan bibit dan miselium menjadi tertunda. Sedangkan jika suhu di atas 39°C, bibit jamur dan miselium akan mati.

Inokulasi dilakukan dengan memasukkan bibit  sebanyak 1-3 sendok makan ke dalam lubang yang telah diberi cincin bambu/pipa atau bisa juga dengan menebarkannya di atas permukaan media hingga merata kemudian menutup kembali lubang ring bambu dengan kapas.

Setelah diberi inokulan (bibit), media ditutup kembali. Media yang sudah steril jangan dibiarkan terlalu lama terkena udara luar karena dapat mengakibatkan kontaminasi hama, penyakit atau tumbuhnya spora jamur lain yang tidak diinginkan.

7. Inkubasi

Baglog  yang telah diinokulasi bibit jamur selanjutnya diinkubasi di dalam ruangan/kumbung jamur yang bersih. Inkubasi dilakukan dengan menempatkan baglog pada permukaan rak. Baglog dapat disusun dengan cara dimiringkan dan ditumpuk sehingga mulut baglog mengarah ke luar rak, atau diatur berbaris dengan mulut baglog mengarah ke atas.

Pada masa inkubasi, suhu ruang/kumbung jamur dijaga antara 24°C-28°C, dengan kelembaban udara 80%-90%. Pertumbuhan miselium ling zhi yang baik ditandai dengan miselium berwarna putih yang tumbuh merata keseluruh media tanam. Setelah 30-50 hari masa inkubasi, miselium sudah memenuhi media tanam. Selanjutnya kapas dan cincin penutup dilepaskan dan lakukan pemeliharaan baglog dengan melakukan penyiraman agar suhu dan kelembaban ruangan tetap dalam kondisi optimal.

8. Panen dan Pasca Panen

Ling zhi termasuk jamur yang memiliki pertumbuhan yang lambat tetapi memiliki ketahanan terhadap kondisi kering. Ling Zhi baru bisa dipanen setelah 2,5 bulan setelah pembukaan kapas dan cincin penutup. Rentang waktu 5-7 hari, primordia/bakal tubuh buah mulai terlihat. Tudung jamur yang berwarna putih, semakin lama semakin melebar dan membesar dan akan tetap berwarna putih hingga umur 2 bulan. Selanjutnya sedikit demi sedikit permukaan tudung jamur akan berubah menjadi  merah yang merupakan tanda jamur sudah dapat di panen.