081320452300
081320452300
2BCD80E2
indojamur
Menu
Ikuti Pelatihan Berbisnis Budidaya Jamur tiram...

Business Plan Budidaya Jamur

SEKILAS TENTANG JAMUR TIRAM

tiramJamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jamur kayu yang sangat baik untuk dikonsumsi manusia. Selain karena memiliki cita rasa yang khas, jamur tiram juga memiliki nilai gizi yang tinggi. Jamur tiram mengandung protein sebanyak 19 – 35 % dari berat kering jamur, dan karbohidrat sebanyak 46,6 – 81,8 %. Selain itu jamur tiram mengandung tiamin atau vit. B1, riboflavin atau vit. B2, niasin, biotin serta beberapa garam mineral dari unsur-unsur Ca, P, Fe, Na, dan K dalam komposisi yang seimbang. Bila dibandingkan dengan daging ayam yang kandungan proteinnya 18,2 gram, lemaknya 25,0 gram, namun karbohidratnya 0,0 gram, maka kandungan gizi jamur masih lebih komplit sehingga tidak salah apabila dikatakan jamur merupakan bahan pangan masa depan.

Jamur tiram juga bermanfaat dalam pengobatan, seperti :
• Dapat menurunkan tingkat kolesterol dalam darah.
• Memiliki kandungan serat mulai 7,4 % sampai 24,6% yang sangat baik bagi pencernaan.
• antitumor dan antioksidan.

Jamur tiram tumbuh pada serbuk kayu, khususnya yang memiliki serat lunak seperti jenis kayu albasiah. Selain itu, bisa juga ditumbuhkan pada jerami padi, limbah kapas, limbah tebu, limbah sawit, daun-daunan, dll, yang memiliki kandungan serat. Suhu optimum untuk pertumbuhan tubuh buah jamur tiram adalah 20 – 28C, dengan kelembaban 80 – 90 %. Pertumbuhan jamur tiram membutuhkan cahaya matahari tidak langsung, aliran udara yang baik, dan tempat yang bersih.

LATAR BELAKANG

Latar belakang pengembangan usaha budidaya jamur tiram ini diantaranya :

1. Budidaya jamur tiram memiliki prospek ekonomi yang baik. Permintaan pasar yang tinggi serta ruang lingkup usaha yang terus berkembang ke berbagai daerah di Indonesia, memudahkan para pembudidaya memasarkan hasil produksi jamur tiram.

2. Tantangan akan ketersediaan pangan sehat bergizi dengan kuantitas yang banyak, terjangkau berbagai kalangan, serta berkesinambungan mampu dijawab salah satunya melalui budidaya jamur.

3. Sistem budidaya jamur yang bisa dilakukan secara vertikal (model rak) menjadi kelebihan utama dibandingkan budidaya sayuran lainnya karena mampu menghemat lahan secara signifikan.

4. Jamur tiram merupakan salah satu produk komersial dan dapat dikembangkan dengan teknik yang sederhana. Bahan baku yang dibutuhkan tergolong bahan yang mudah diperoleh seperti serbuk gergajian kayu, dedak dan kapur, sementara proses budidaya sendiri tidak membutuhkan berbagai pestisida atau bahan kimia lainnya.

5. Sub usaha yang beragam mulai dari usaha pembuatan bibit jamur, usaha budidaya jamur dan kuliner jamur (hulu ke hilir) dapat membuka banyak peluang serapan tenaga kerja terutama bagi masyarakat daerah sekitar pertanian jamur tiram.

VISI

Menjadi industri jamur tiram yang bersinergi dengan masyarakat petani jamur melalui model usaha dari hulu ke hilir

MISI

1. Mengembangkan sistem usaha yang kokoh sehingga terjalin kerjasama saling menguntungkan antara pengelola usaha dan mitra usaha.

2. Membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar baik sebagai karyawan tetap maupun pekerjaan tambahan.

3. Membantu meningkatkan taraf hidup petani dengan menghasilkan bibit jamur berkualitas baik

4. Membangun pusat pelatihan dan pendampingan bagi petani jamur maupun masyarakat umum, di Bandung dan di Indonesia pada umumnya.

5. Membentuk plasma-plasma tani dan asosiasi petani jamur sehingga mampu pengoptimalkan produk yang dihasilkan baik dari segi harga maupun ketersediaan hasil produksi.

6. Memperkenalkan jamur tiram secara luas kepada masyarakat melalui pendekatan produk-produk olahan.

MODEL USAHA

Usaha jamur tiram dibagi menjadi 3 inti usaha yaitu

1. Produksi bibit jamur (usaha hulu),

2. budidaya jamur, dan

3. olahan jamur (usaha hilir).

Dengan menjalankan ketiganya secara terintegrasi diharapkan dapat tercapai industri jamur yang kokoh dan berkesinambungan. Dalam model usaha ini, budidaya jamur dilaksanakan di satu kawasan terpusat untuk memudahkan alur produksi. Cisarua, Bandung Barat merupakan salah satu tempat ideal untuk memulai pengembangan usaha ini dikarenakan banyaknya masyarakat petani jamur skala mikro yang dapat dilibatkan dan diberdayakan.

PROSPEK PASAR

Peluang untuk membudidayakan jamur tiram di Indonesia terbuka lebar. Hal ini tidak terlepas dari tingginya permintaan pasar dalam negeri dan luar negeri yang meningkat dari waktu ke waktu.

1. Permintaan jamur tiram di daerah Bandung dan sekitarnya mencapai 7.500 -10.000 kg /hari. Adapun produksi jamur tiram di Bandung baru mencapai 5 – 8 ton /hari, sedangkan jumlah ini masih harus dibagi ke beberapa kota besar lain seperti jakarta, bekasi, dll.

2. Pasar jamur tiram saat ini telah meluas di sekitar Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten sehingga diperlukan produksi jamur tiram dalam skala besar.

3. Perkembangan usaha jamur yang semula terkonsentrasi di pulau jawa mulai menyebar ke seluruh Indonesia terutama Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

4. Produk olahan jamur masih sangat jarang ditemui bahkan di kota kota besar sekalipun. Sebagai contoh di Bandung yang dikenal dengan kota kuliner, kuliner jamur masih sangat minim.

PROYEKSI PENGEMBANGAN USAHA

Usaha ini diorientasikan sebagai usaha kecil menurut banyak pakar ekonomi, namun usaha tersebut dipandang sebagai tulang punggung dalam salah satu pemulihan ekonomi Indonesia. Untuk itu pengembangan budidaya jamur ini akan dibagi dalam tiga tahap, yaitu: tahap industri kecil awal, tahap industri kecil lanjut, dan tahap industri menengah. Penjelasan mengenai ketiga tahap industri tersebut adalah sebagai berikut :

Tahap Industri Kecil

1. Tahap ini merupakan langkah awal menuju terbentuknya industri padat karya yang kuat dan kokoh
2. Menerapkan standar produksi yang tepat untuk mengoptimalkan hasil budidaya jamur
3. Penambahan tenaga kerja
Tahap industri kecil awal ini merupakan jembatan menuju berdirinya industri kecil yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Investasi untuk tahap industri kecil awal antara 300 juta hingga 1 milyar rupiah.

Tahap Industri Kecil Lanjut

Tahap ini merupakan pengembangan dari tahap industri kecil awal. Pada tahap inilah model usaha dari hulu ke hilir mulai dibangun. Pembangunan difokuskan pada 3 inti usaha yaitu
1. Pembuatan pusat produksi bibit (Laboratorium bibit)
2. Perluasan kapasitas produksi dan budidaya jamur
3. Pembuatan rumah produksi kuliner dan turunannya (booth, gerai kuliner)
Industri ini diharapkan mampu menyerap banyak tenaga kerja, mulai dari pekerja kasar di bagian produksi hingga profesional di bagian laboratorium, pemasaran, R & D dan administrasi. Investasi yang dibutuhkan untuk tahap industri kecil lanjut ini berkisar antara 1 milyar hingga 3 milyar rupiah.

Tahap Industri Menengah Nasional

Secara umum, tahap industri menengah adalah perluasan dari industri kecil, mulai dari sistem, kapasitas produksi hingga ekspansi distribusinya. Tidak tertutup kemungkinan untuk melakukan ekspor. Tahap ini diharapkan mampu menyerap sedikitnya 100 tenaga kerja. Investasi yang diperlukan masih dalam analisis.

Lokasi usaha : Cisarua, Bandung Barat

Kapasitas produksi per bulan saat ini mencapai 22000 baglog

Perincian Investasi Budidaya Jamur

Perincian investasi dengan fast track budidaya jamur