081320452300
081320452300
2BCD80E2
indojamur
Menu
Ikuti Pelatihan Berbisnis Budidaya Jamur tiram...

Media Tanam Jamur Tiram

Dalam budidaya jamur tiram dibutuhkan media tanam sebagai media pertumbuhan jamur. Ada beberapa bahan media yang bisa dijadikan sebagai media tanam seperti serbuk gergaji, jerami, sekam padi, alang-alang, daun pisang, bongkol jagung, dan lain sebagainya. Namun, media terbaik adalah menggunakan serbuk gergaji dan sekam padi, karena ke dua bahan tersebut mengandung lignoselulosa, lignin, dan serat yang lebih tinggi daripada bahan lainnya, sehingga cocok dijadikan sebagai Media Tanam Jamur Tiram.

Baglog

 Baglog serbuk kayu media tanam jamur tiram

Serbuk Kayu

Bahan ini merupakan bahan dasar pembuatan media tanam (baglog). Serbuk kayu mengandung beragam zat didalamnya yang dapat memacu pertumbuhan jamur tiram. Zat-zat yang dibutuhkan jamur untuk tumbuh yaitu karbohidrat serat dan lignin. Jenis kayu yang paling baik dari jenis kayu sengon, kayu karet, kayu waru, dan kayu jati.
Syarat serbuk kayu yang baik yaitu tidak mengandung minyak dan bahan kimia, kayu keras, kering, bersih, tidak bergetah, tidak busuk dan masih baru belum ditumbuhi jamur lain.
Kapur
Kapur mati yang apabila diberi air tidak lagi memuai atau panas yang sering di gunakan untuk pertanian atau biasa di sebut kapur pertanian. Kapur mengandung sumber kalsium (Ca) dan bermanfaat untuk mengatur tingkat keasaman (pH) media dan sumber mineral. Kapur yang digunakan yaitu kapur pertanian (CaCO3).
Dedak
Dedak digunakan sebagai nutrisi pertumbuhan jamur Pada media jamur penggunaan dedak juga dimaksudkan sebagai sumber karbohidrat, karbon (C) dan nitrogen (N). Selain itu vitamin B1 dan B2 juga terkandung didalamnya. Karbon (C) digunakan sebagai sumber energi utama, sedangkan nitrogen berfungsi untuk membangun miselium dan membangun enzim-enzim yang disimpan dalam tubuhnya.
Tambahan:
Selain dedak kita juga bisa menanambahkan bekatul, tepung jagung, ekstrak toge, air kelapa, dll sebagai bahan tambahan nutrisi. Dari referensi yang saya dapat, untuk budidaya didaerah panas, diatas suhu 29 oC sebaiknya pemakaian bekatul dan tepung jagung volumenya maksimal 10%. Sebab, bibit jamur sangat rentang terhadap bakteri termofilik yang bisa muncul dari 2 bahan itu.